Dapat diterapkan secara luas
Produk ini telah disetujui untuk digunakan di lebih dari 120 negara di seluruh dunia dan secara luas diterapkan dalam lebih dari 3.000 produk makanan, suplemen kesehatan, produk medis, serta produk kebutuhan sehari-hari.
Indeks glikemik rendah
Indeks glikemik (GI) mengukur bagaimana makanan memengaruhi kadar glukosa darah pada manusia. Dibandingkan dengan poliol seperti maltitol dan xylitol, isomalt memberikan nilai GI yang lebih rendah serta efek fluktuasi gula darah yang lebih ringan, dengan nilai GI-nya hanya 2.
Sifat anti-karies
Bakteri oral penyebab karies, termasuk Streptococcus mutans, tidak mampu memetabolisme isomalt sebagai sumber energi. Dengan demikian, tidak akan terbentuk metabolit asam, sehingga mencegah demineralisasi enamel dan terjadinya karies gigi.
Tahan suhu tinggi, penyerapan kelembapan rendah
Tahan suhu tinggi, penyerapan kelembapan rendah
Bahan ini mampu menahan suhu tinggi tanpa mengalami karbonisasi pada suhu di bawah 180°C. Bahan ini juga menghambat penyerapan kelembapan sehingga memperpanjang umur simpan produk dan berfungsi sebagai pengubah tekstur yang efektif.
Toleransi yang tinggi
Dibandingkan dengan poliol-poliol umum seperti maltitol, xylitol, dan sorbitol, isomalt memiliki tingkat keamanan yang lebih baik serta toleransi gastrointestinal yang lebih tinggi pada manusia, dengan asupan harian maksimal sebesar 100 g.
Rasa dan kualitas bumbu yang sangat baik
Rasa dan kualitas bumbu yang sangat baik
Isomaltitol menghadirkan rasa manis yang murni dan bersih. Bahan ini secara luas diakui sebagai poliol dengan profil rasa manis yang paling mendekati sukrosa. Berbeda dengan banyak poliol lainnya, isomaltitol tidak menimbulkan aftertaste sejuk seperti mint, sehingga memberikan rasa manis yang otentik dan murni pada produk makanan jadi.